Wednesday, March 2, 2016

Ketike e-commerce Dikenakan Pajak

Selama ini masyarakat Indonesia beralih ke belanja online (e-commerce) karena tertarik harga yang lebih murah dan kemudahan dalam mencari barang.

Namun ketika pemerintah menerapkan pajak pada bisnis online, maka harga produk antara  isnis online dan offline tidak akan terpaut jauh, dengan demikian bisnis online dan offline akan lebih kompetitif. Meskipun memiliki penawaran harga yang berbeda, sejauh ini bisnis online dan offline tidak serta merta menggerus segmen pasar satu sama lain.
Read more

Mengapa Brand Lokal perlu e-commerce?

Dalam beberapa tahun ini perkembangan e-commerce di Indonesia begitu pesat. Perkembangan e-commerce tersebut diikuti dengan perkembangan UKM di tanah air. E-commerce memungkinkan brand atau wirausahawan lokal dapat memasarkan produknya ke daerah yang lebih luas tanpa ada batasan jarak dalam pemasaran produknya.Kemajuan e-commerce di Indonesia tidak hanya menghasilkan banyak pemain namu juga menghasil kan banyak jenis model bisnis baru. Maanfaat e-commerce pun tidak hanya firasakan oleh pengguna, namun juga spektrum yang lebih luas.

Selama brand lokal memiliki masalah dalam pemasaran produk lantaran adanya masalah pada jalur distribusi
Read more

Tuesday, March 1, 2016

Teoritis E-Payment

Sistem Pembayaran Elektronik, yang sring kita sebut e-payment, metode pokok e-payment mirip dengan metode pembayaran off-line, seperti kartu kredit, transfer bank, dan kartu debit. Akan tetapi, sejumlah metode inovatif telah dikembangkan dalam dunia pemasaran virtual. Beberapa metode e-paymetn yang digunakan antara lain : electronic paymetn cards (meliputi kartu kredit, kartu debit, dan charge cards), virtual credit cards, e-wallets (e-purses), smart cards, electronic cash, wireless paymetns, stored-value card payments (seperti Visa Cash, Visa Buxx, Mondex, dan campus cards), loyalty cards, person to person (P2P) payment methods (contohnya PayPal), dan pembayaran secara elektronik di kios-kios.


Untuk transaksi B2B, beberapa metode yang seringkali digunakan meliputi electronic checks, purchasing cards, electronic letters of credit, electronic fund transfer (EFT), electronic benefits transfer (EBT), dan metode-metode inovatif lainnya (seperti e-lines of credit). Apa pun metode e-payment yang digunakan, setidaknya ada lima pihak yang terlibat :
Read more

Mengulas Kaskus part 2


Kembali lagi mengulas Kaskus, karena tema minggu ini tentang e-commece, saya ingin membahas FJB Kaskus alias Forum Jual Beli Kaskus. Menghindari maraknya tindak penipuan di FJB Kaskus, ada tips berbelanja aman di FJB Kaskus, berikut kisi-kisinya.


 
Lihat Reputasi Penjual
Reputasi sangat penting dalam jual beli online khususnya di dunia perkaskusan : 
Pertama kita bisa lihat ID si penjual, amati jumlah postingan si penjual. Kenapa, postingan ini sangat penting karena kaskuser yang aktif  biasanya sering berbincang-bincang di forum2 lain.

Read more

Mengulas Kaskus part 1

Siapa sih di Indonesia yang ngga tau Kaskus, pasti buat kalangan anak 90-an pada tahu da. Kaskus itu situs forum komunitas maya terbesar di Indonesia lhoh. Kaskus diciptakan 6 November 1999 oleh 3 mahasiswa kreatif Indonesia yaitu Andrew Darwis, Ronald Stephanus, dan Budi Dharmawan di Seatle, Amerika Serikat. Tapi ngomong-ngomong adakah yang tahu apa arti nama Kaskus, yang jelas bukan kakus ya. Kaskus itu sebenarnya kepanjangan dari "kasak-kusuk", awalnya kaskus bertujuan sebagai forum informal mahasiswa Indonesia di luar negeri.


Berawal dari situs forum komunitas kecil, sekarang Kaskus dikunjungi sedikitnya 900 ribu orang , dengan jumlah page view melebihi 15 juta setiap harinya. Sebuah prestasi yang membanggakan, Kaskus juga merupakan situs yang paling sering dikunjungi di Indonesia.
Read more

Faktor Masyarakat Indonesia Mau dan Tidak Mau Belanja Online

E-commerce merupakan salah satu sektor yang paling hangat di industri teknologi saat ini. Mulai naiknya tren belanja online membuat para pelaku dan para pengamat e-commerce ingin mencari tahu bagaimana sebenarnya perilaku pengguna di Indonesia. Faktor-faktor apa saja yang bisa mempengaruhi mereka untuk mau berbelanja online (atau malah ragu).

Google Indonesia, bekerja sama dengan Asosiasi E-commerce Indonesia (idEA), awal tahun ini melakukan studi yang mencari tahu perilaku pengguna di negara ini. Studi ini dilakukan dengan cara mengumpulkan data dari 1.300 masyarakat Indonesia yang berusia 18 sampai 50 tahun dan berdomisili di 12 kota besar Indonesia yaitu Jakarta, Bandung, Semarang, Surabaya, Yogyakarta, Bali, Padang, Medan, Banjarmasin, Pontianak, Makassar, dan Manado.
Read more

Mengenal idEA Asosiasi E-Commerce Indonesia

Asosiasi E-Commerce Indonesia (idEA – Indonesian E-Commerce Association) merupakan wadah komunikasi antar pelaku industri E-Commerce Indonesia. Pertumbuhan E-Commerce di Indonesia yang begitu pesat membuat diperlukannya iklim industri yang sehat dan sarana komunikasi yang terpadu antara para pelaku dengan mitra industri, termasuk pemerintah. Untuk itulah idEA hadir sebagai jembatan untuk menjalin hubungan yang baik antar pemain dalam industri dengan para mitra industri secara berkesinambungan, termasuk diantaranya dengan pemerintahan dalam hal regulasi yang berkaitan dengan kepentingan industri, maupun dengan asosiasi lain yang secara langsung menjadi elemen penting dalam pengembangan ekosistem industri E-Commerce.


idEA resmi didirikan pada bulan Mei 2012 di Jakarta. Penggagas idEA terdiri dari 10 perusahaan besar e-commerce Indonesia, yaitu : Berniaga.com, Bhinneka.com, BliBli.com, DealGoing.com, Gramedia.com, Kaskus.us, Multiply.com, Plasa.com, Tokobagus.com dan Tokopedia.com.
Read more