Showing posts with label game online. Show all posts
Showing posts with label game online. Show all posts

Wednesday, April 13, 2016

5 Perguruan Tinggi Indonesia yang Membuka Jurusan Game

Perkembangan game di Indonesia sangatlah pesat , baik dari pengguna/ pemain maupun developer / pengembangan game – nya tersebut . Kalau dari sisi pemain game , bisa kita lihat sekarang semakin banyaknya gamer baik kalangan dewasa maupun anak – anak telah memenuhi warnet setiap harinya untuk bermain game online .Bahkan uniknya banyak dari mereka yang memilih bermain di warnet daripada di PC rumahnya . Saya pernah bertanya pada salah satu gamer , kenapa sih lu lebih seneng main diwarnet ?  trus kata dia ,” enakan main diwarnet kali lebih seru banyak temen jadi bisa buat room sendiri” . Itulah kata mereka .


Begitu juga para developer / pembuat game-nya tidak mau kalah berpartisipasi di industri game di Indonesia. Karena begitu banyak peluang monetisasi-nya lewat game buatan mereka. Sudah banyak developer game di Indonesia yang telah sukses di industri game Indonesia diantaranya Toge Production, Touchten, Nightspade, TinkerGame , Agate Studio, Altermyth, Solite Studio , dan masih banyak lagi. Mereka semua telah sukses lewat game buatannya .

Melihat fakta ini, beberapa perguruan tinggi Indonesia akhirnya ikut serta dalam mengembangkan industri game tanah air lewat pendidikan akademik . Karena lewat perguruan tinggi bakat – bakat developer game – pun akan lebih banyak bermunculan di Indonesia . Hal ini sudah dibuktikan oleh Jepang, USA, dll yang sudah sukses di industri game.Dilansir dari segitiga.net bahwa dari survei yang telah dilakukan Indonesia adalah meraih peringkat ke-7 se-Asia Pasifik dalam hal pendapatan game.

Berikut 5 perguruan tinggi membuka jurusan pengembangan game diantaranya :


1. Binus University

Universitas Bina Nusantara memang sudah mencetak developer game sukses yaitu Toge Production yang terkenal dengan game flash – nya. Binus secara khusus membuka program S1 yaitu program Game Aplication and technology yang baru saja di launching pada agustus 2011 . Fokus dari program ini yaitu game art, game design, serta game programming. Setelah lulus dari program akan berkarir di Game EngineerGame Developer,Game Artist,Game Designer, Game Director, Game Content Provider, Entrepreneur, Game Consultant, Academician in multimedia and games (Lecturer, Trainer, Researcher).

2. ITS
Institus Teknologi Sepuluh November yang berbasis di Surabaya ini juga tidak mau kalah , tetapi jurusan game yang dibuka – nya untuk S2 . Program S2 Teknologi Game  ini pun merupakan hasil kerjasama  dengan Depdiknas Biro Perencanaan Luar Negeri (PKLN). Program ini adalah gabungan antara bidang Desain Grafis dan Teknik Komputer. Dimana target utamanya yaitu guru-guru sekolah menengah atas yang di didik sehingga menjadi Magister Teknik yang mampu menyajikan modul-modul pembelajaran dalam bentuk game dan animasi software komputer.

3. Politeknik Elektro Negeri Surabaya < PENS >


Berbeda lagi dari perguruan tinggi yang sudah dijelaskan sebelumnya , pada perguruan tinggi PENS ini membuka jurusan game untuk pendidikan D4 . Jurusan Game Technology bertujuan untuk meningkatnya pertumbuhan industri game di Indonesia sebagai bagian dari industri digital kreatif dengan mencetak tenaga ahli dibidang developer game. Misi dari program PT ini yaitu mencetak tenaga ahli di bidang pengembangan game,kemampuan entrepreneurship,kemampuan teamwork serta menjadi inkubator industri berbasis laboratorium dan institusi pendidikan dibidang pengembangan game. Salah satu tim developer game yang sukses di Surabaya yaitu ArtLogicGames

4. ITB

Institut Teknologi Bandung memang sudah dari dulu selalu menciptakan tenaga ahli dibidang teknologi. Jurusan game yang dibuka di perguruan tinggi tersebut yaitu untuk S2 bernama teknologi Media Digital dan Game. Program ini merupakan bagian Sekolah Teknik elektro dan Informatika. Kalau bisa dikatakan kota Bandung merupakan sarangnya developer game diantaranya yang terkenal Nightspade, Agate studio, Arsanesia, Digital Happiness dll.

5. UMN

Universitas Multimedia Nusantara yang berbasis di serpong,tangerang ini merupakan perguruan tinggi yang dimiliki Kompas Gramedia. Dilansir dari segitiga.net , jurusan game pada UMN masuk dari prodi desain komunikasi visual (DKV). DKV di UMN menfokuskan peminatan kepada game. Selain itu juga peminatan pada jurusan teknik informatika di UMN pun peminatan untuk pengembangan game  yang sudah berjalan selama dua tahun.Kampus UMN juga menyediakan sebuah co-working space dan inkubator untuk startup – startup baik dari UMN sendiri maupun luar bernama Skystar Ventures .

Kesimpulannya bagi anda yang tertarik untuk masuk ke jurusan pengembangan game , bisa daftar di perguruan – perguruan tinggi yang disebutkan diatas. Mungkin ada kampus lain yang tidak disebutkan dapat dimasukan dikolom komentar. 

Sumber : http://www.bicaratekno.com/2014/07/5-perguruan-tinggi-yang-memiliki.html
Read more

Ingin Menjadi Developer Game ?


Kamu suka banget dengan yang namanya game? . Kamu suka memainkan game mu dikala sengang?  Yap, siapa sih yang nggak suka game?. Kalau belum percaya, coba cek gadged teman-teman mu. Rasanya hampir semua menginstal game dan memainkannya jikalau ada waktu. Game sudah mirip seperti hiburan yang ada di telapak tangan.

Dunia sejak berubah sejak lama, begitu juga game. Dulu, kita udah seneng banget mainin game dalam gembot . Beberapa tahun kemudian kita beralih ke PS atau sekedar game ular-ularan di hp jadul. Sekarang, game ikut canggih seiring semakin kerenya teknologi. Game bisa dimainkan melalui komputer dan juga melalui gadged. Saat koneksi di Indonesia juga semakin stabil, game offline mulai mundur dan digantikan oleh game online. Serunya saat game online mulai muncul adalah, kita bisa berduel dengan orang lain. Jadi tidak selamanya asyik sendirian.

Semakin kesini, game menjadi suatu hal yang profitable.  Game kian menggoda dengan keuntungan yang dia tawarkan. Pasar game kian meluas. Dari anak-anak hingga dewasa. Semua menyukai game. Genre dan tipe game juga semakin variatif dan berubah secara dinamis. Beberapa bulan yang lalu, Clash Of Clan masih yang paling ngehits. Akhir bulan ini, game lokal “duel otak” menempati rating tertinggi

Game Bantu Angkat Pertumbuhan Ekonomi 

 
Di Amerika Serikat, game menyumbang pemasukan yang lumayan gede untuk pemerintah. Bahkan game industry diangkat menjadi salah satu “Fastest growing sectors”. Yah, Industri game di US menghasilkan $111.1 milyar di tahun 2015. Perusahaan software game juga melaporkan mendapat transaksi sebesar $6.1 milyar. Sebuah jumlah yang hampir mengalahkan industry perfilman di Hollywood.

Di Indonesia, game dan industry kreatif menyumbang pemasukan sejumah Rp.1 trilliun. Sekitar 100 lebih game developer mulai bermunculan dan menciptakan sebuah karya yang menarik. Bukan hanya ditunggu – tunggu di Indonesia, namun juga pecinta game di seluruh dunia.

See? Industri game menjadi lahan baru berbisnis sekaligus menyalurkan hobi.

Perlu Belajar Sebelum Menjadi Game Developer

Memainkan game memang mudah, tapi membuat game membutuhkan ketekunan sendiri. Dibutuhkan kerjasama dengan beberapa orang untuk membuat sebuah game yang dapat diterima oleh pasar. Ya bisa sih sendiri, tapi pasti akan memakan waktu lebih lama. Setidaknya, kita membutuhkan seorang designer, penulis dan juga programmer untuk menciptakan sebuah game menarik. Namun, dibalik segala kerumitanya, mampu membuat game jauh lebih memuaskan dari pada sekedar memainkanya. Itu mengapa, banyak game developer sukses, dulunya adalah seorang game addict.

Sebelum bisa bergabung dalam perusahaan game terkemuka atau membuat bisnis kita sendiri, seorang game developer harus mempunyai beberpa hal dibawah ini :
  • Gamers sejati
  • Kemampuan programming
  • 2D / 3D Content creation
  • Structure of game production
  • Calculus
  • Image rendering
Dan masih banyak lagi. Ilmu-ilmu tersebut biasa diperoleh di sekolah-sekolah game development. Jumlahnya belum terlalu banyak di Indonesia. Namun, kamu bisa  terbang ke Negara Paman Sam jika ingin mendalami game development. Ada banyak universitas yang bisa kamu pilih. Beberapa kota di Amerika juga menjadi kota yang bisa kamu hinggapi sementara untuk mencari pengalaman dan mengembangkan karir di dunia kreatif.

Kota-Kota mana sajakah itu?

California

California adalah rumah bagi pelaku industry game terbesar di Amerika. 41% pekerja di California berada pada bidang game dan design. Terhitung dari tahun 2009, profit yang dihasilkan oleh perusahaan game di California menyumbang $2.8 milyar untuk pemasukan U.S secara keseluruhan

Texas

Texas menjadi area kedua yang mempunyai personel industry game terbesar. Tercatat, ada sekitar 18000 pekerja game yang berkarya do Texas. Dan, Texas telah menyumbang $765 juta untuk income Amerika.

Wahshington

Kota ke tiga yang menjadi kota para seniman game adalah Washington. Ibu Kota USA ini mempunyai 12.800 pekerja dan terus meningkay sebesar 7.5% sejak tahun 2012. Washington telah memberikan $600 juta untuk USA.

New York

Kota keempat adalah New York. Kota yang tidak pernah tidur ini menjadi studio bagi 8000 Game designer, Game artist da Game programming. Setiap tahun, industri game dari New York memberikan kontribusi sebesar $380 juta pada Negara.

Massachusetts

Atmosfir di Massachutes menjadi tidak lepas dari yang namanya IT dan Digital. Berbagai perusahaan komputer dan game berdiri di area ini. Jumlah pekerja game berkisar 4000 orang dan menyumbang $180 juta pada pemerintah setempat.

Chicago

Kota selanjutnya yang kental akan dunia game adalah Chicago. Sebagai kota terbesar di negara bagianIllinois, Chicago menjadi nadi berbagai sektor ekonomi. Kota ini termasyhur dengan peternakan serta industri yang terus berkembang. Beberapa sekolah dengan jurusan gane programming terbaik juga berada di kota ini. Salah satunya adalah Devry University.

Dari Konsumtif Menjadi Produktif

Jika sekarang kamu masih menjadi gamers addict mengapa tidak mulai berfikir untuk menjadi developernya? Toh sudah jelas kan, prospect dunia kreatif dan game developer sangat menggiurkan. Kamu hanya perlu memilih sekolah yang tepat dan juga mencoba bekerja di kota-kota para game developers dunia. Dan rasakan sendiri sensasinya berhasil membuat dibandingkan dengan berhasil menang.

Sumber : http://www.vistaeducation.com/news/v/all/ingin-menjadi-game-developer-baca-ini-dulu-deh
Read more

4 Kiat Sukses Menjadi Developer Game

Game bergenre mobile saat ini telah merangsek ke pasaran dengan produk yang sangat inovatif dan menarik. Para pengembang dan perusahaan mobile terkemuka seperti Rovio dengan Angry Bird berbagai versinya, Zeptolab dengan Cut The Rope maupun Gameloft dengan berbagai produk game racingnya, setiap saat mengembangkan berbagai model role game yang fantastis. Produk-produk mereka yang terjun ke pasaran merupakan hasil kreasi para expert mobile developer. Apa sebenarnya kunci kesuksesan mereka ?


Kalau kita bertanya mengenai kunci kesuksesan, tentunya ada beberapa point yang dapat kita ambil. Berikut adalah point-point penting yang menjadikan produksi game kita akan meraih sukses di pasaran :

1. Unik

Sebuah game yang dimainkan dan terasa memiliki feel yang berbeda dengan game lain merupakan indikasi awal kesuksesan suatu produk. Ide-ide yang muncul dari para pengembang game mobile rata-rata berasal dari situasi kondusif pikiran untuk menciptakan sesuatu. Mereka tentunya juga belajar dari game-game yang telah ada bahkan ada juga yang menambah suatu fitur dari game lama.

Mereka terkadang merujuk pada game klasik untuk dikembangkan menurut perkembangan dunia mobile saat ini. Tapi kebanyakan game mobile yang bertebaran di pasar saat ini memang memiliki perbedaan role yang cukup mencolok dari role game konvensional.

Kita bisa mengambil contoh Cut The Rope dengan role game teka-teki unik untuk memecahkan cara bagaimana agar sebuah permen yang digantung di tali menuju Omnom (Sebutan Katak Hijau ala Cut The Rope). Game yang telah didownload oleh lebih dari 250 juta pengguna smartphone berbagai platform ini telah mempunyai daya tarik tersendiri bagi penikmat game mobile.

2. Team Work

Game adalah kombinasi dari semua pelaku dunia teknologi informasi maupun sekitarnya. Pertama, game yang berkualitas bagus pastinya mempunyai desainer grafis yang sangat mumpuni di bidangnya. Kedua di sisi programmer yang menjadikan sebuah game dapat hidup dan menghibur para pengguna. Ketiga adalah composer musik maupun sound effect yang akan membangkitkan suatu game dari reaksi yang terdapat di dalamnya. Terakhir adalah marketing strategy yang menjadi jembatan menuju pangsa pasar dunia mobile game.

Terkadang kita juga menemukan seorang developer yang multi-talenta. Ia dapat mengkombinasikan keahliannya untuk menciptakan sebuah karya game yang fenomenal tanpa bantuan orang lain. Memang jarang kita temukan developer multi-talenta seperti ini.

3. Core Programming

Game dapat hidup karena adanya sistem yang berjalan di dalamnya. Untuk membuat sistem ini, dibutuhkan programmer handal dan kreatif menciptakan logika-logika algoritma pada game. Semua produsen game yang sukses di pasaran saat ini pasti memiliki orang-orang yang seperti ini.

Mereka (para developer programming) berusaha meracik ramuan algoritma dengan sangat terstruktur dan boleh dikatakan luar biasa. Developer awalnya membuat alur-alur yang berfungsi untuk menemukan jalan pemecahan masalah programming. Ribuan baris kode dan ratusan fungsi harus mereka telaah demi terciptanya game mobile yang baik.

4. Testing, testing and testing

Game mobile yang telah tercipta juga masih memiliki tantangan tersendiri sebelum terjun ke pasar. Tantangan terakhir adalah pengujian ke berbagai perangkat smartphone dengan spesifikasi yang berbeda. Pengujian adalah kunci sukses game sebelum game ciptaan kita berada di tangan pemakai.

Pengujian fungsionalitas fitur dan pengujian kecocokan pada perangkat adalah hal utama yang harus dilakukan. Semakin sering game diuji dan dibenchmark ke berbagai perangkat, maka pengembang akan semakin tahu berbagai kekeliruan maupun kesalahan pada masa development. Bahkan pengujian juga dilakukan untuk menilai apakah cita rasa dan grafik model sudah cukup baik bagi user.
Read more

Developer Indie Ini Malah Stress Akibat Kesuksesan Game Mereka, Mengapa?



Anda mungkin merasa heran mengapa Dong Nguyen, seorang developer game indie yang sukses mendadak lewat game Flappy Bird dan bisa mencetak penghasilan sebesar $50 ribu (mungkin setara dengan Rp 600 juta) per hari malah memutuskan untuk menarik game buatannya dari App Store dan Google Play Store. Menurut pengakuannya, Nguyen merasa bahwa kesuksesan tersebut malah menyerang privasinya sehari-hari dan membuatnya tak bisa menikmati hidup layaknya seseorang dengan kehidupan normal.

Well, gejala yang dialami oleh Dong Nguyen tersebut rupanya juga terjadi pada beberapa developer game indie sukses lainnya. Alih-alih merasa bangga dan senang, para developer tersebut malah diserang perasaan bersalah atas kesuksesan instan mereka. Mengapa?

The New Yorker baru-baru ini menerbitkan sebuah artikel yang isinya wawancara dengan sejumlah developer game indie sukses, namun malah merasa kurang nyaman dengan kesuksesan mereka, dan berikut ini adalah beberapa di antaranya.

Yang pertama adalah Rami Ismail, salah seorang developer yang turut menciptakan game Ridiculous Fishing; sebuah game memancing yang sukses memenangkan Design Award di ajang Apple WWDC 2013 dan mencetak pendapatan $1 juta dalam 6 bulan pertama. Ismail menceritakan bahwa selama proses pembuatan, dirinya dan rekannya membuat Ridiculous Fishing dengan meminjam ruangan di kantor tempatnya bekerja dan hanya memakan mi instan selama proses pembuatan.

"Di satu titik, Anda sadar bahwa Anda telah bekerja sangat keras, bahkan mengorbankan stabilitas Anda dan juga mengambil resiko bangkrut untuk jangka waktu yang cukup lama. Anda melakukan hal orang lain mungkin enggan untuk melakukannya, dan hal tersebut akhirnya mendapatkan timbal balik yang sangat layak. Tapi walapun begitu, rasanya tetap tidak mengenakkan. Saya tetap tak bisa mengusir bayangan tentang bagaimana ibu saya berangkat bekerja setiap hari."



Ibu Ismail adalah seorang pekerja kantoran di instansi pemerintahan kota di Belanda. "Sejak kecil saya sering melihat ibu saya bangun jam 6 pagi setiap hari, lalu bekerja sepanjang hari, pulang, memasakkan makan malam untuk saya dan saudara saya sambil marah-marah karena saya terlalu lama memainkan komputer.

"Hal pertama yang menjadi beban di pikiran saya adalah ketika saya tertidur pulas, saya telah mencetak penghasilan yang jauh lebih banyak daripada yang dihasilkannya setahun penuh. Dan saya melakukannya hanya dengan menciptakan sebuah game untuk ponsel tentang memancing ikan dengan menembakkan sebuah senapan mesin."

Selain Ismail, ada juga kreator game Stanley Parable yaitu Davey Wreden yang malah merasa terisolasi dan depresi setelah game buatannya sukses besar dan mengubahnya menjadi seorang miliuner. Kreator Super Meat Boy yaitu Edmund McMillan juga merasa bersalah karena kesuksesannya malah menginspirasi orang-orang lain untuk meninggalkan pekerjaan mereka dan lebih fokus dalam membuat mobile game, padahal peluang sukses di dunia mobile game sangatlah kecil.

Baik Ismail maupun Dong Nyuyen juga mengakui kalau kesuksesan game buatan mereka adalah murni keberuntungan, mirip seperti memenangkan lotere.

Saat ini para developer game ini tak terlalu memerlukan sebuah kantor; mereka bisa bekerja sendirian via laptop di manapun, entah di perpustakaan, di dalam kamar, atau tempat manapun yang membuat mereka lelulasa bekerja. Ketika proses pembuatan game selesai, mereka bisa menyerahkannya ke App Store atau Steam untuk menangani distribusi game secara global.

Para developer tersebut kemudian berhak untuk mendapatkan 70 persen pendapatan dari penjualan game via Steam atau App Store, dan uang tersebut siap ditransfer tiap akhir bulan.

Namun masih sangat banyak game yang tak bisa menghasilkan banyak uang. Anda bisa lihat bahwa tiap bulannya, ribuan game baru muncul di Steam atau App Store. Apple memang sempat mengatakan kalau mereka telah membayar $1 miliar untuk para developer di tahun 2012; namun Forbes memperkirakan bahwa rata-rata pendapatan dari sebuah game masih di kisaran $4000. Jika sebuah game bisa sukses, baru developer tersebut bisa menikmati pendapatan hingga jutaan dollar dalam hitungan minggu.
Read more

Poin Game Buatan Touchten Bisa Ditukar Barang

Perusahaan pengembang game Touchten berencana membuat platform penerbitan game untuk perangkat mobile. Fitur andalan yang ditawarkan adalah "Online to Offline" (O2O), yang memungkinkan pemain mendapat poin virtual dari game yang dimainkan lalu menukarkannya dengan produk nyata dari beberapa merek yang sudah bekerjasama dengan Touchten.


Platform penerbitan game dengan model O2O ini akan diperkenalkan Touchten dalam waktu dekat ini, bersamaan dengan game terbaru mereka. Model bisnis macam ini diharap mampu mempertahankan dan menambah jumlah pengguna dari Indonesia hingga Asia Tenggara.

“Harapan kami, semoga dengan platform ini kami bisa membawa nama Indonesia ke pasar game dunia, khususnya Asia Tenggara,” ujar Anton dalam siaran pers yang diterima KompasTekno, Kamis (13/3/2014).

CEO Touchten Anton Soeharyo, mengatakan, pihaknya telah bekerja sama dengan sejumlah merek besar di Indonesia untuk platform game. Namun, Anton masih merahasiakan merek apa saja yang sudah diajak kerja sama.

Sejak lima tahun berdiri, Touchten telah meluncurkan 20 judul game untuk perangkat mobile. Perusahaan mengklaim saat ini memiliki 9 juta pengguna di seluruh dunia.

Touchten memiliki kantor pusat di Jakarta. Perusahaan tersebut pertama kali mendapatkan pendanaan di tahun 2011 dari pemodal ventura Ideosource asal Jakarta.

Kemudian, Touchten membuka putaran investasi tahap baru yang dipimpin oleh pemodal ventura CyberAgent Ventures (Jepang) pada Desember 2013. Dalam putaran ini, TMS Entertainment (Jepang) dan UOB Venture Management (Singapura) juga memberi pendanaan kepada Touchten.

TMS Entertainment merupakan anak perusahaan Sega Sammy yang dikenal sebagai studio animasi dan komik yang membuat karakter Detective Conan, AnPanMan, Hamtaro, dan beberapa animasi Jepang lainnya.

Touchten selama ini fokus mengembangkan game untuk perangkat Android dan iOS. Produknya antara lain Suschi Chain, Cute Kill, Hachiko, Sky Beauty, Freekick 2, Train Legend, Zico, Infinite Sky, dan Ramen Chain.

Game terbaru buatan Touchten adalah Amazing Cupid dengan gaya permainan mirip Flappy Bird yang berhasil raih sukses di pasar global.
Read more

Tuesday, April 12, 2016

Sukses Sebagai Pembuat Game

Dari iseng jadi duit. Mungkin itulah ungkapan yang tepat untuk menggambarkan awal-awal perjuangan Anton Suharyo mendirikan TouchTen, perusahaan yang bergerak di bidang pengembangan aplikasi permainan.


Ide itu muncul sekitar 2009 saat Anton sedang berjuang untuk bertahan hidup di Jepang, tempat ia kuliah. “Biaya untuk kebutuhan hidup di negara itu sangat tinggi, uang saku yang dikirimkan oleh orang tua selalu kurang,” cerita Anton.

Ia kemudian tertarik dengan cerita-cerita sukses para anak muda di Tokyo yang bisa meraup untung ratusan dolar hanya dengan membuat game untuk platform iOS yang digunakan oleh Apple.

“Game yang mereka buat sangat sederhana, tetapi banyak diunduh,” cerita Anton. “Saya heran ketika mengetahui game tentang bermacam-macam suara kentut saja bisa digemari banyak pengguna Apple.”

Ia pun tertantang untuk mencoba membuat game. Langkah pertama yang dilakukan adalah menghubungi adiknya, Rokimas Putra Soeharyo, yang sedang kuliah di Amerika, dan Dede Indrapurna Soebroto, sahabatnya yang sedang kuliah di Australia.

“Mereka berdua memang paham tentang bahasa pemrograman membuat game,” kata Anton. Komunikasi lintas benua untuk membicarakan pembuatan game mereka lakukan lewat sambungan Skype.

Di bawah bendera TouchTen yang didirikan atas pemberian angpao hari raya dari orang tua, ketiga sahabat itu berhasil menelurkan iPhong, game pertama mereka yang dijual di AppStore milik Apple. “Kami memilih Apple karena sudah dilengkapi dengan SDK (software development kit),” jelas Anton. “Selain itu, saya tergiur dengan cerita-cerita keberhasilan para game developer Apple yang sudah banyak menjadi miliarder.”

Game kedua TouchTen, Hachiko HD Lite, sempatmenjadi Top 10 Apps untuk iOS. Kini TouchTen sudah mengembangkan tujuh game. Selain untuk platform iOS, game besutan Touchten juga sudah bisa diunduh lewat aplikasi Android. Jumlah total unduhan semua game TouchTen sudah lebih dari 12 juta. Bayangkan berapa profit yang didapatkan Anton Suharyo dan kawan-kawan, jika satu kali unduhan game dikenakan biaya 10 dolar.
Read more

Startup Game Developer: Studio Selamat Pagi

Siapa bilang industri game hanya digarap oleh pria dan untuk pria saja? Sebagai founder dari Studio Selamat Pagi, sebuah startup yang bermarkas di Surabaya Digital Valley dan bergerak dalam industri pengembangan game, Imaniar Ramadhani membuktikan bahwa wanita bisa berkarya di industri ini. Yang dibutuhkan adalah keberanian untuk mencoba dan konsistensi. Suatu sore, Imaniar membagi ceritanya mendirikan Studio Selamat Pagi kepada tim Mebiso di sebuah bangku taman Institut Teknologi Sepuluh November (ITS) Surabaya.


Halo mbak Imaniar, bisa diceritakan tentang Studio Selamat Pagi?

Kita adalah sebuah studio yang bergerak dalam bidang pengembangan aplikasi. Bukan hanya game, tapi juga ada produk lain seperti interaktif untuk pendidikan dan aplikasi untuk memudahkan pekerjaan sehari-hari. Namun fokus kita saat ini adalah pengembangan game mobile.

Contoh produk yang sudah dihasilkan?

Kita ada 2 judul game Android yang saat ini bisa diakses langsung oleh masyarakat. Yang satu adalah Zoo Detective, dan satunya lagi baru kita luncurkan, namanya Berangkat Street Food. Dua-duanya dirilis dalam platform Android dan bisa diakses secara gratis di Google Playstore. Teman-teman bisa kunjungi halaman Google Playstore Studio Selamat Pagi untuk mendapatkannya.

Kalau ngomong soal revenue, dari mana sumber revenue bagi seorang game developer?

Sejauh ini ada 2. Pertama adalah ketika dia memutuskan untuk menjual langsung. Sedangkan yang kedua didapatkan dari iklan yang dipasang di halaman mereka, misalnya admob. Sejauh ini saya mengandalkan pakai Ads. Karena kalau pakai model berbayar terbukti cukup susah, industrinya terlalu rapat.

Apa rencana Studio Selamat Pagi di masa depan?

Sampai akhir tahun 2013, fokus kita masih soal membangun portofolio. Karena kita mempertimbangkan opsi untuk bergerak ke B2B (Business to Business). Industri bisnis akhirnya sudah mulai membuka diri terhadap dunia game sebagai media branding. Contohnya banyak kita temukan merek beverage yang memanfaatkan game untuk menjaring customer. Kita mau coba ambil pasar ini. Jika nanti sudah berjalan, mungkin di beberapa tahun kemudian kami akan mencoba jadi publisher yang tidak sekedar memasarkan game buatan kami sendiri, tetapi juga game dari studio-studio lain.

Cita-cita jangka panjangnya jelas sekali ya mbak. Kalau ngomong soal awal pendirian, idenya datang dari mana mbak?

Semuanya berawal dari coba-coba. Saya pun sebelumnya belum pernah mengerjakan proyek-proyek yang berhubungan dengan game komersil. Di akhir tahun 2011, ada sebuah proyek yang ditawarkan ke saya dari seorang teman yang tidak bisa menghandle pekerjaannya. Setelah saya terima dan saya coba, ternyata hasilnya oke. Pasarnya memang ceruk, tapi masih bisa dimasuki. Makanya akhirnya saya memutuskan untuk komitmen kesini melalui Studio Selamat Pagi.

Apa yang menjadi pembeda Studio Selamat Pagi dengan developer lain dengan konsep serupa?

Kita inginnya setiap aplikasi bikinan Studio Selamat Pagi selalu membawa muatan ciri khas Indonesia. Kita bawa lokal konten. Jadi bolehlah kita berkeinginan untuk membangun RPG yang kompleks luar biasa. Tapi kalau bisa, kita ingin memasukkan nilai Indonesia di dalamnya.

Prestasi terbaik yang pernah diraih Studio Selamat Pagi?

Kita belum pernah ikut kompetisi jadi saya masih belum bisa menceritakan apa-apa. Namun bagi saya sendiri, kita bisa launching sebuah produk dan bertahan selama 1 tahun itu merupakan prestasi yang bisa disyukuri. Saat ini Studio Selamat Pagi masih under inkubasi bisnis ITS. Perjalanan kita masih jauh, kita masih bisa banyak berkembang.

Pengalaman paling berkesan selama berkecimpung di Industri ini?

Karena Studio Selamat Pagi masih dalam tahap startup dan saya masih belajar, maka up dan down pasti sering sekali terjadi. Kebetulan saat ini kita masih tahap persiapan. Kita mencoba untuk melihat pasar dan bagaimana penerimaan orang terhadap industri game.

Bagaimana hasilnya, apa pandangan anda tentang industri pasar sekarang?

Pasar masih masih perlu banyak edukasi. Kita masih perlu upaya penetrasi yang luar biasa. Sekarang kondisinya masih susah untuk memberikan best deal atau penawaran terbaik. Industri game masih belum sepopuler industri-industri lain sehingga banyak orang yang masih berpikir bahwa harga yang ditawarkan tidak worthed, kok mahal sekali. Padahal tidak seperti itu. Meskipun kerja kita tidak pakai bahan-bahan yang fisik seperti industri makanan, namun cost yang diperlukan juga besar, seimbang dengan man power yang dibutuhkan.

Kesadaran market terhadap industri game sekarang masih rendah. Bagaimana bisnis Anda mengubahnya?

Sekarang gme-game edukasi sedang gencar sekali. Banyak sekolah yang menggunakan media game edukasi sebagai pendamping materi dari buku pelajaran. Inilah celah yang sekarang sedang kita upayakan. Karena kalau kita bisa berjaya disini, maka kita bisa jadikan bukti bahwa game tidak sekedar untuk media hiburan saja, tetapi bisa untuk fungsi lainnya. Salah satunya adalah media iklan seperti yang sudah terjadi di Amerika Serikat dan Inggris. 

Kalau dari segi internal, selain pasar, tantangan apa yang saat ini sedang Anda hadapi?

Ada sebuah tantangan yang seringkali dihadapi startup dan industri yang sudah besar. Yaitu bagaimana manage dan membentuk tim yang solid. Karena sebagai startup, revenue yang tidak terasa seringkali membuat teman-teman kita berpikir bahwa belum tentu dia bisa survive bersama kita. Yang awalnya satu visi pun pasti akan berpikir bahwa dia juga punya kebutuhan yang harus dipenuhi. Sebagai manusia, saya maklum. Karena itulah kita coba untuk merangkul mereka untuk jalan sama-sama.

Keterampilan yang paling dibutuhkan untuk suskes di bidang ini?


Menurut saya adalah konsistensi dan disiplin. Banyak teman-teman saya punya skill desain dan marketing yang luar biasa. Pertanyaannya adalah kenapa mereka bisa timbul tenggelam? Setelah berkarya satu kali, kemudian mereka hilang. Menurut saya, jawabannya adalah konsistensi. Jadi jangan sampai kita cuma berkarya ketika dapat klien gede satu kali saja, kemudian drop ketika nggak dapat revenue.

Latar belakang pendidikan Anda?

Saya lulusan program DKV Despro ITS Surabaya.

Bagaimana awalnya Anda masuk startup?

Sejak SD, saya sering bikin prakarya yang kemudian dijual. Sama seperti sekarang. Saya bikin prakarya kemudian dijual. Mungkin secara tidak sadar, tapi seperti itulah nature saya. Setelah beberapa kali mencoba, saya menemukan peluang di industri game. Pemainnya belum banyak, dan saya berani berikan janji kalau apa yang saya deliver akan lebih baik dari yang sudah ada. Saya yakin Studio Selamat Pagi bisa memberikan yang lebih baik untuk konsumen.

Apa pengorbanan terbesar yang Anda berikan untuk Startup  Anda?


Seperti halnya founder lain, kami mengabaikan tawaran-tawaran pekerjaan lain yang mungkin di bayangan orang lain terasa lebih menggiurkan. Misalnya jadi pegawai negeri dan BUMN. Tapi karena saya masih penasaran di sini, saya ingin buktikan kalau saya bisa sukses dengan startup saya. Meskipun bisa dibilang saat ini kita masih ‘puasa’. Memang sudah umum kalau tahun pertama dan kedua, startup masih harus puasa dulu.

Berapa lama Anda kuat berpuasa :-)

Saya akan coba dulu selama 3 tahun. Kalau 3 tahun tidak ada perubahan, maka kesalahannya sudah pasti ada di saya. Saya akan ganti core bisnis. Mungkin saat itu saya akan break sejenak. Sedangkan kalau berhenti bisnis, saya tidak akan berhenti bisnis. Feelingnya sudah dapet banget di sini. Ilmu yang saya dapatkan sambil jalan ada banyak sekali. Jadi sayang sekali kalau ditinggalkan.

Siapa tokoh yang jadi inspirasi Anda?


Di luar kewirausahaan, tokoh inspirasi saya adalah Agnes Monica. Ketika dia bilang ingin go internasional, publik ramai-ramai mencemooh dia. Mereka bilang sejak kapan kamu sudah bilang go internasional, tapi sekarang masih gini-gini saja. Sekarang dia buktikan kalau dia bisa. Dan bagi saya, skill Agnes ada jauh di atas rata-rata performer seusianya. Dari Agnes, saya mendapatkan arti pentingnya sebuah konsistensi untuk bekerja keras. Kita bisa kalau kita punya kemauan. Dream, believe, make it happen.

Pendapat Anda tentang kondisi startup di Indonesia?


Startup di Indonesia itu kalau dibilang sedikit, nggak. Banyak banget. Karena kita sudah memiliki kesadaran yang besar untuk berwirausaha.

    “Fenomenanya adalah sekian banyaknya startup di Indonesia, pergerakannya masih sendiri-sendiri. Istilahnya sporadis.”

Padahal kalau bersatu, saya yakin startup di Indonesia itu kuat. Jadi lebih baik kalau sesama Startup kita berkomunitas dan bertukar pikiran. Dengan begitu, kita punya semakin banyak referensi. Kita bisa saling menguatkan dan saling bersinergi.

Apa saran terbaik yang bisa diberikan mbak Imaniar untuk teman-teman startup yang saat ini sama-sama masih berjuang di bidang ini?

Jangan menyerah. Itu syarat mutlak bagi sebuah startup. Kita bisa mempelajari ratusan ilmu lain yang diperlukan startup kita, namun konsistensi itu datangnya dari hati. Selain itu jangan menutup diri. Seperti yang saya sampaikan bahwa startup di Indonesia harus banyak bersinergi, maka kita sebagai pemilik Startup perlu banget untuk mendapatkan inputan dari luar. Jangan sampai ketika krisis barulah kita terbuka.

Sumber : http://mebiso.com/bagaimana-imaniar-ramadhani-mendirikan-startup-game-developer-studio-selamat-pagi/
Read more